RSS

Jumat, 20 Mei 2011

Character Building

Karakter berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) memiliki arti tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Singkatnya, watak. Ya, itu menurut KBBI yang disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional(Depdiknas). Karena kita sedang membahas karakter bangsa, tentu lah kita mengacu pada konteks yang lebih besar dan universal bagi bangsa Indonesia yakni : apa dan bagaimana sifat kejiwaan yang dimiliki bangsa ini yang membedakan dengan bangsa-bangsa lainnya. Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif.

Bangsa ini sudah memiliki Pancasila, UUD 1945, dan berbagai kekayaan budaya daerah di seluruh penjuru nusantara. Ini modal baik sebenarnya untuk membangun karakter bangsa yang belum lagi dewasa dan matang. Mengapa? Jika, dan hanya jika, jikalau bersandar pada spirit jiwa bangsanya, bangsa ini tak akan linglung ditelan arus globalisasi. Tak akan goyah diumbang-ambingkan dan dikemudikan zaman yang makin edan dan oleng. Dan negeri ini tentu tak akan mengalami berbagai keresahan sosial; yang sekali lagi mengatasnamakan agama; jikalau karakter yang tertanam begitu kuat. Tapi, apa boleh buat karakter sudah tercerabut bagi sebagian besar anak negeri ini.

Dari mana memulai? Pendidikan merupakan langkah paling sistematik dan berjangka panjang untuk menjadi media utama membangun karakter bangsa, yang dilakukan secara simultan. Pendidikan merupakan media internalisasi nilai-nilai kebangsaan yang paling strategis. Dimulai dari pendidikan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga-lembaga pendidikan formal dengan langkah-langkah yang sistematik yang muatan utamanya nilai-nilai luhur kebangsaan.

Tanamkan kembali kebanggaan sebagai anak bangsa yang bermartabat, berdaulat, dan berkepribadian mulia. Pendidikan agama, akhlak atau budi pekerti, dan pendidikan kewargaan dirancang-bangun secara lebih sistematik dan komprehensif. Langkah lain ialah penanaman nilai-nilai kepribadian bangsa melalui pranata-pranata sosial di masyarakat dengan berbagai pendekatan yang bersifat kultural. Melalui kegiatan pengajian, karang taruna, remaja masjid, dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya ditanamkan nilai-nilai akhlak atau kepribadian bangsa yang utama.


Dimulai dari penanaman nilai soal-soal kecil untuk tidak jadi pemulung agar nanti setelah menjadi elite dan pejabat negara pun tidak menjadi pemulung harta negara. Galakkan kebiasaan memberi daripada menerima, juga menjauhkan diri dari sikap-sikap lembek, lemah pendirian, sikap plin-plan, dan mentalitas budak atau inlander. Didiklah anak bangsa di semua lini untuk menjauhkan diri dari sikap ajimumpung, korupsi, merusak alam, menjarah aset negara, dan larut dalam penyimpangan dan kehinaan. Ajari mereka untuk menjadi anak-anak bangsa yang berdiri tegak berhadapan dengan anak-anak bangsa yang lain, cerdas, dan memiliki kepribadian yang kokoh.


Peran dan keteladanan para pemimpin bangsa juga sangat penting dalam membangkitkan kesadaran untuk menjadi bangsa yang berkarakter kuat dan mulia. Para pemimpin bangsa dimulai dari pemimpin puncaknya hingga ke bawah dituntut untuk membangkitkan harga diri warga bangsa sekaligus memberikan contoh keteladanannya selaku elite bangsa yang memang bermartabat.

Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan
mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan
masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang
adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Faktor-faktor yang diperlukan dalam membangun kelangsungan karakter Bangsa adalah, Ideologi,Politik, Ekonomi, Sosial Budaya,Agama ,Normatif ( Hukum & Peraturan Perundangan ),pendidikan, lingkungan,kepemimipinan.

Sabtu, 30 April 2011

tugas pendidikan kewarganegaraan #3

KETAHANAN NASIONAL

Pengertian

Ketahanan nasional dapat diartikan sebagai pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.




Adapun ketahanan nasional terbagi dalam beberapa aspek, diantaranya :

  1. Aspek ekonomi : Berisi ketahanan suatu negara dalam mempertahankan kehidupan perekonomian bangsanya sesuai dengan undang - undang yang berlaku.
  2. Aspek sosial dan budaya : Berisi ketahanan suatu negara dalam mempertahankan segala aspek sosial dan budayanya. contoh seperti Indonesia yang mempertahankan kebudayaan batik dari Malaysia.
  3. Aspek pertahanan dan keamanan : Ketahanan suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bukan tidak mungkin akan banyak sekali ancaman - ancaman yang dapat melemahkan ketahanan suatu bangsa, antara lain :

  1. ancaman dari dalam negeri, berupa : pemberontakan yang terbentuk dari masyarakat Indonesia sendiri bisa sebagai bentuk protes, radikal dan lain - lain.
  2. ancaman dari luar negeri, berupa : infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme yang diancam dari pihak luar negeri.
Untuk itu demi terciptanya ketahanan nasional suatu bangsa, diperlukan penyelarasan hak dan kewajiban masyarakat.

the prince

this is the Prince :)

 

handsome? of course!

: D

but,,

I seem to be too much fantasy


:D :D 

Sabtu, 09 April 2011

curhat mulu gue :'(

dia tau ga yaaaaa GW UDAH SAYANG SAMA DIA :'(

gw selalu seneng klo deket dia, tapi dia? biasaaaaaa banget :(
gw selalu nyempetin buat sms dia,entah itu dalam hal apa,,tapi dia?boro-boro,,pas gw sakit 3 minggu aja sms gitu doang,,itupun gw yang sms duluan :'(
gw selalu nemenin dia OL walaupun gw kadang suka bete banget-bangetan,,tapi dia? dia ga pernah mau nemenin gw ke tempat2 yang sekedar cuma pengen gw datengin :'(


mungkin sama temen2 ceweknya dia yang satu dunia sama dia itu lebih menyenangkan dibanding harus sama gw yang ngebosenin :'(

gimana TUHAN?? aku terlalu berlebihan yaaaa,,terlalu care sama orang yang blm jadi pacar aku,,malah gatau bakal jadi pacar atau ga??...

awalnya,, aku pikir bisa suka doang sama dia,, tapi sekarang ?
aku sayang sama dia TUHAN . . . :(